Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

Manusia dan Sepi

by Piere Alain D
sepi pada kesendirian
bukan bual jika hendak lari
mendesak hampa manusia
tertumpah jadi hujan dan sungai
ombak kemarahan pada laut
tolong katakan!
ini hanya teriakan sunyi
dari musnahnya koyak-koyak keluh


berjuta kali sepi ini hadir
terus, lenyap, dan berlalu
ada dan singgah tapi hadapi
bukankah dengan begitu 
kau dan aku akan beranjak jadi manusia?


manusia satu manusia lainnya
selalu sama juga berbeda
mereksa jiwa jauhi wajah
berjuta kali tampak segala rupa 
lebih banyak aku dapati, berteriak dari keluh yang sama
terdengar sangat lantang menyeru
tapi lantas terdiam
mengapa?


lelahkah?
ataukah karena sepi yang diam-diam telah pergi?


uze
31082007

Senin, 11 Juli 2011

Malam


by Pawel Durczok

sunyi dingin
angin semilir membentang alam
bulan bintang gemintang 
memekat kuning di angkasa hitam

duduk berjuntai
mendongak ke langit
menunduk pada bumi
menghadapi dunia
suram

gemerisik lirik-lirik jangkrik
paduan nada penghantar malam
laun mengalun, hanyut mengarus 
aliri kelam

jauh 
menatap ujung layar
dari kerlip cahya kapal 
yang sempat singgah 
merapat di pelabuhan temaram

uze
8 Agustus 2007

Sabtu, 09 Juli 2011

Taman..

by Fill Dunsky
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
bagi kau dan aku cukuplah
taman kembangnya tak berpuluh warna
padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
bagi kita bukan halangan.
karena
dalam taman punya berdua
kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang
kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan 'nusia

Chairil Anwar
Maret 1943

Rabu, 29 Juni 2011

Duniaku yang kelam

Slash tree by Yvan Feusi
ku memandang nun jauh ke langit atas
mencari penglihatan tanpa batas
menggelayut pelan dalam ayunanku
menikmati suara desir angin dan kecipak air
kemudian turun melangkah
menyusuri malam yang merambah pagi
meniupkan semarak kabut
sambil membasuh wajah dan jiwaku
dari tetes demi tetes embun

 langkah demi langkah dalam peraduanmu
ingin ku lalui, dengan hening  dalam ciptamu
menghapuskan batas dalam mencintamu
lantunkan syair si pelembut hati
dalam kelegaan cinta tiada tara

adakah dunia ini untukku
bahkan untuk memandangnya pun harus teraniaya
dari sudut kecil dunia ini aku menatap, oh
betapa langit mendung berkelabut gelap
tertutup debu dan kotoran hitam dari dunia ini


uze
29062011
14:39 pm